Cerita berikut ini merupakan fiktif belaka, jika ada kesamaan merupakaan factor yang tidak disengaja. FF ini murni milik author. Jangan meng-copas tanpa seijin author ya. Don’t Be Plagiator and Silent Readers!!!
Silent Readers GO AWAY!!!

Author : Hanie_kimchio
Title : I Love You All
Length : sequel
Genre : Love, Romance, Family
Main Cast : Kwon Yuri, Cho Kyuhyun
Cast : Choi Siwon, Seohyun, Han Gain, Kim Taehee, Kim Taeyeon
Disclaimer : Ide, alur, plot FF ini murni milik author! (kecuali Cast-nya^^)
Cinta itu bukan milikku. Karena hatinya bukanlah untukku
-Hanie_kim-
****
(Np : Sabrina – Need You Now)
Aku berjalan masuk ke rumah dengan lunglai. Aku merasa tidak memiliki tenaga sama sekali. Aku langsung masuk ke kamar dan duduk di kursi balkon kamarku menatap matahari yang rupanya mulai menyembunyikan dirinya di ujung barat. Mega terlihat sangat jelas dari sini. Hah… indah. Tapi suasana hatiku sedang tidak mendukung untuk keindahan yang terpampang jelas di hadapanku.
@23.00 KST
Huh… aku dari tadi mondar-mandir di ruang tengah. Tak jarang aku memandangi pintu. Berharap oppa akan segera pulang dan berdiri di pintu itu. Aku cemas menunggu Siwon oppa yang belum pulang. Tanpa kabar. Tanpa memberitahuku. Oppa? oppa di mana sekarang? Jangan membuatku khawatir seperti ini. Aku takut jika terjadi sesuatu. Aku akhirnya duduk di sofa karena lelah. Ya, lelah. Beberapa menit kemudian aku tertidur.
BRAK!
“Yuri!! Buka pintunya!!”
Omo?! Aku langsung bangun mendengar suara. Apa itu oppa? Tapi kenapa harus berteriak? Aku segera membukakan pintu. Dan aku mendapati oppaku dengan keadaan yang… bisa dibilang cukup menyedihkan. Bahkan aku sampai tercengang dan hampir menangis melihatnya. Aku segera memapah Siwon oppa menuju ke kamarnya.
“Kau jahat sekali.. hikk..”
Oppa meracau tak jelas dan sesekali cegukan. Sedangkan aku berusaha untuk tak pingsan mencium bau alkohol yang sangat menyengat darinya. Aku meletakkan oppa dengan hati-hati ke tempat tidurnya dan melepaskan jas yang ia pakai. Uurgh.. bahkan jas-nya juga berbau alkohol. Siwon oppa, ada apa denganmu? Pulang mabuk dengan keadaan yang berantakan. Oppa…
Aku menunduk di samping tempat tidur oppa. Sudah jam setengah 4 pagi. Dan aku hanya tidur sekitar 2 jam saat menungu oppa pulang tadi. Setelah oppa pulang, aku tak bisa tidur. Aku memandang oppa yang sedang terlelap.
“Oppa, saat ini aku membutuhkanmu. Jika oppa seperti ini… aku merasa sendirian oppa. Kau tahu apa yang terjadi padaku? Aku sakit, oppa. beberapa jam yang lalu, aku mendengar sesuatu yang menyakitkan. Orang yang aku cintai, akan bertunangan dengan orang lain. Bertunangan. Apa aku harus mencoba melupakan perasaanku dan dia lagi? haruskah aku lakukan itu agar lukaku sembuh, oppa? Itu membuatku lebih sakit saat melihat oppa pulang dengan keadaan seperti ini. Bagaimana bisa aku membutuhkan oppa, yang sebenarnya oppa juga membutuhkan orang lain?”
Aku bodoh. Ya, aku tahu. Bahkan sekarang aku berbicara dengan orang yang sedang tidur. Orang yang jelas-jelas tak mungkin mendengarku berbicara saat ini. Tapi aku tak punya siapa pun lagi. Bagiku, aku hanya punya Siwon oppa. Eomma dan appa tidak mungkin harus ikut campur dalam urusan ini.
-_-_-
(Np : B1A4 – Only Learned Bad Things)
Aku mengerjapkan mataku sebentar. Aku tertidur di kamar oppa rupanya. Jam berapa sekarang? Setengah 7? Omo! Aku melihat oppa yang masih tidur. Biarlah, oppa pasti lelah. Lebih baik oppa tidak masuk kerja hari ini. Aku akan menelepon Taehee eonnie.
Ting… tong…
Baru saja aku akan masuk ke kamarku saat aku mendengar ada suara bel. Pagi-pagi begini ada tamu siapa? Jangan-janga… tidak. Tidak mungkin Kyuhyun ada ke sini sepagi ini. Aku segera membukakan pintu. Aku pun bernafas lega ketika melihat ternyata yang datang adalah Taehee eonnie dan… Taeyeon? Tak apa, yang jelas jangan Kyuhyun.
“Pagi eonnie.. pagi Taeyeon…” sapaku.
“Oh.. Pagi Yuri. Ah, Yuri. Kau kenapa? Kau terlihat…”
“Berantakan?” aku menyambung perkataan Taehee eonnie yang ditanggapinya oleh senyuman.
“Ya. Kau terlihat seperti itu pagi ini. Bahkan kau belum berpakaian seragam.” Sahut Taeyeon.
“Hehe… aku baru bangun.” Ucapku malu. “Oh, iya. Ada apa kalian datang pagi-pagi kemari? Ada yang bisa ku bantu?” tanyaku setelah mempersilahkan Taehee eonnie dan Taeyeon masuk.
“Sebenarnya tidak terlalu penting. Aku hanya ingin memastikan apa keadaan oppamu baik-baik saja? Kemarin dia pulang kerja sepertinya dengan keadaan yang kurang baik.” Jawab Taehee eonnie. Nadanya terdengar khawatir. Apa dia menyukai Siwon oppa?
“Sebenarnya…”
Aku pun menceritakan semuanya pada Taehee eonnie. Tentang oppa tentu saja. Kecuali tentang ceritaku. Itu akan aku simpan sementara. Ya, hanya sementara. Karena aku tak mungkin menyimpannya sendirian.
****
“Taehee-eon!” panggilku pada Taehee eonnie yang sedang di ruang tengah. Ia tersenyum padaku.
“Kau mau pergi?” tanyanya.
“Ne. Apa eonnie mau menemaniku bilang ke Siwon oppa?”
Ya, sejak tadi pagi hanya Taehee eonnie yang berani menemui oppa. aku masih takut bertemu oppa. entah apa yang ku takutkan. Yang jelas aku tak ingin menemui oppa sendiri. Apalagi sampai meminta ijin untuk pergi
“Ah, iya. Oppamu ada acara. Ia sudah pergi dari 30 menit yang lalu.”
“Mworago? Aish! Eotteohke eonnie-ah?”
“Biar aku hubungi oppamu untuk meminta ijin, ya.”
Aku mengangguk pelan. Aku memperhatikan Taehee-eon yang sedang menelepon oppa. terlihat ia sedang membujuk oppaku agar mengijinkan aku pergi.
“Eotteohke?”
“Oppa-mu mengijinkan. Asal kau pulang sebelum jam 10 malam. Itu saja.”
Aku tersenyum senang.
“Ayo sekalian ku antarkan. Aku juga mau pulang. Kasian, Taeyeon sendirian di rumah.”
“Ne, eonnie. Jeongmal gomawo. J”
****
(Np : J.Lim – It Can’t Be Real)
“Kyuhyun!” aku memanggil Kyuhyun yang sedang berdiri di depan pintu masuk. Ia tersenyum dan melambaikan tangan ke arahku. Aku pun segera menghampirinya.
“Kau cantik sekali malam ini, Yuri.” Kata Kyuhyun. Aku menunduk malu.
“Kau terlalu berlebihan, Kyu.” Balasku.
“Anniyo. Kau sungguh cantik malam ini, Yuri. Sudah, ayo masuk.”
Aku dan Kyuhyun masuk ke ruangan tempat pesta dilangsungkan. Namun sepertinya aku terlambat karena acaranya sudah dimulai. Kyuhyun pergi sebentar untuk mengambil minuman.
“Aku Seohyun. Di sini aku akan menyanyikan sebuah lagu, hadiah dariku untuk Gain eonnie dan Namgil oppa yang berbahagia hari ini.”
Aku mengalihkan pandanganku ke panggung saat mendengarnya. Seohyun? Dia mengenakan gaun putih dan rambutnya digerai. Dia terlihat cantik. Kyuhyun datang menghampiriku.
“Ini minumanmu.” Sambil menyerahkan segelas minuman padaku.
“Gomawo, Kyu”
Lalu kami berdua diam. Kyuhyun memandang Seohyun yang sedang bernyanyi dengan anggun di atas panggung. Hhh…
“Dia terlihat cantik. Benarkan Yuri?” kata Kyuhyun padaku sambil tak mengalihkan pandangannya pada Seohyun sama sekali. Aku hanya bisa diam. Rasanya sakit. Sungguh.
“Sepertinya kurang lengkap jika aku menyanyi sendiri di sini. Bagaimana jika adik Gain eonnie yang menemaniku bernyanyi. Cho Kyuhyun, mau menemaniku bernyanyi di sini?” kata Seohyun sambil memandang ke arah Kyuhyun. Kyuhyun memandangku.
“Aku ke sana dulu ya.” Kata Kyuhyun lalu meninggalkanku.
Kyuhyun dan Seohyun bernyanyi bersama di panggung. Mereka bergandengan tangan. Ah… Seohyun yang cantik dan anggun dengan Kyuhyun yang terlihat lebih tampan malam ini. Mereka pasangan yang serasi. Seharusnya tadi aku tidak perlu datang ke pesta ini. Tidak ada gunanya aku di sini. Aku berbalik dan terkejut melihat apa yang mataku tangkap. Siwon oppa? Mengapa dia ada di sini? Bagaimana kalau dia tahu aku di sini? Jika oppa di sini pasti nanti oppa akan tahu kalau Kyu itu adalah Cho Kyuhyun. Orang yang oppa larang untuk ku cintai.
Aku meninggalkan ruangan dan pergi ke keluar. Hhh… aku tak mau kalau oppa sampai melihatku di sini.
“Yuri?”
Aku tercekat mendengar suara orang yang memanggilku. Aku berbalik ke belakang dengan perasaan deg-degan. Oh, God… ternyata oppa. Otteohke? Aku tersenyum pada Siwon oppa. tapi oppa malah menatapku tajam.
“Kenapa kau ada di sini?” tanyanya dingin. Aku harus bilang apa? Aku tak menjawab dan diam. Itu membuat oppa berpikir satu hal yang paling ku takutkan saat ini.
“Apa ini rumah teman yang kau maksud? Temanmu, Cho Kyuhyun.” Kata Siwon oppa. sorot matanya bilang dia menahan amarah saat ini. Lalu seorang wanita menghampiriku dan oppa.
“Siwon-ssi? kau datang?” tanya wanita itu. Ah, sepertinya aku pernah melihatnya. Di mana? Mmm… bukannya dia Noona-nya Kyu?
“Cho Gain. Selamat atas pernikahanmu.” Ucap oppa dingin.
“Siwon-ssi?”
“Selamat. Kau juga sukses menghancurkan hatiku unuk yang kedua kalinya.”
Omo?! Apa maksudnya? Apa oppa pernah ada hubungan dengan Gain-eonnie yang notabene-nya adalah noonanya Kyuhyun?
“Mianhata.”
“Maaf katamu?! Kau pikir hanya dengan kata maaf itu bisa menyembuhkan lukaku begitu?”
“Siwon oppa, sudahlah.”
Aku akhirnya buka suara. Aku tak ingin oppa marah-marah di sini. Apa lagi pesta masih berlangsung. Jika diteruskan bisa gawat ini. Aku memegang lengan oppa bermaksud mengajaknya pergi. Namun aku tak tahu jika itu mendapat respon yang kurang mengenakkan dari Gain eonnie.
“Kau? Kwon Yuri ‘kan? Temannya adikku Kyuhyun?” kata Gain eonnie. Aku memandangnya takut-takut. Nada bicaranya sinis padaku.
“Ne, eonnie. Jeosonghamnida. Kami sebaiknya pulang dulu.” Pamitku dan menarik oppa agar menjauh dan segera pergi. Baru beberapa langkah aku sudah mendengar Gain eonnie berbicara lagi.
“Tak aku sangka kau seperti ini, Yuri-ssi.”
Oppa berbalik menatap tajam pada Gain eonnie. Tapi rupanya Gain eonnie sedang menatapku. Ah… apalagi ini?!
“kemarin baru saja aku melihat kau dekat dengan adikku, Kyuhyun. Lalu sekarang kau sudah beralih pada namja lain? Sulit dipercaya!!”
Aku hanya diam. Tak tahu harus menjawab apa. Aku memandang oppa. rahangnya mengeras. Aku tahu oppa pasti sedang menahan amarahnya sekarang. Matanya tak berkedip sama sekali menatap Gain eonnie.
“Aku tak salah kan jika tidak menyetujui hubunganmu dengan Kyuhyun. Seohyun jauh lebi baik darimu! Sikapmu ini menunjukkan kau seperti yeoja murahan! Mudah beralih ke namja lain…”
“Tutup mulutmu!!” seru Siwon oppa tiba-tiba.
Aku diam. Aku mengeratkan pegangan pada lengan oppa. Menahan oppa yang sepertinya sudah dibatas kesabarannya.
“Siwon-ssi, kenapa kau malah membelanya? Oh~ apa ini yeoja barumu huh?” sahut Gain eonnie.
“Yuri itu adalah…”
“Apa? Mau menyangkalnya? Atau malah mau bilang dia itu calon istrimu begitu?!”
“Dia adikku!! Kau tahu?!!” Siwon oppa menegaskan kata-katanya. Tapi terlihat ia sangat marah.
“Apa?”
“Ayo Yuri, kita pergi! Kajja!”
Oppa menarikku pergi menjauh dari Gain eonnie. Tarikan oppa kuat sekali sampai pergelangan tanganku sakit. Saat melewati ruang pesta, tak sengaja kami menabrak Kyuhyun. Oppa berhenti.
“Yuri? Siwon hyung? Kalian mau kemana? Acaranya kan belum selesai.” Kata Kyuhyun yang di sampingnya ada Seohyun yang merangkul lengan Kyu. Aku memandang itu menjadi sesak. Oppa melepaskan tangannya dariku lalu berjalan dulu keluar. Aku memandang Kyuhyun dan Seohyun bergantian.
“Mian. Aku dan oppa pulang dulu. Tolong sampaikan pada Gain eonnie, terimakasih untuk malam ini.” Kataku. Aku ingin pergi tapi Kyu memegang tanganku.
“Apa maksudmu Yuri? Apa terjadi sesuatu antara kalian?” tanyanya. Aku menghela nafas pelan.
“Tanyakan saja pada Noona-mu.” Jawabku. Aku ingin pergi tapi Kyu masih memegang tanganku bahkan lebih erat.
“Ada apa ini? Yuri…” aku melepaskan dengan kasar tangan Kyuhyun.
“Mianhae, Kyu. Aku harus pergi.” Kataku sambil menyusul oppa yang sudah lebih dulu.
“Yuri!!”
Aku berlari menyusul oppa tanpa menghiraukan Kyu yang memanggilku di belakang sama sekali. Mianhae, Kyu…
****
Keesokan harinya…
Knock! knock! Knock!
Aku mengetuk pintu kamar Siwon oppa tapi oppa tak menyahut sama sekali. “Siwon oppa!” panggilku. Tapi oppa masih diam. Hahhh… sejak tadi malam Siwon oppa tidak bicara apapun lagi padaku. Padahal aku sempat mengira sampai rumah oppa akan memarahiku habis-habisan tentang Kyu atau apalah itu. Tapi ternyata tidak. Setelah sampai rumah, oppa langsung masuk ke kamarnya tanpa mengucapkan satu patah kata pun padaku. Bahkan ia tak keluar kamar lagi. Aku jadi khawatir.
“Oppa… keluarlah. Atau paling tidak buka pintunya untukku. Oppa…”
Aku memanggil oppa lagi tapi masih sama. Tak ada jawaban. Ahh.. lebih baik aku melihatmu marah oppa. Daripada harus melihat kau diam seperti ini.
Ting! Tong!
Hah… siapa lagi yang datang siang-siang begini. Aku harap itu Taehee eonnie. Aku segera membukakan pintu dan ya! Harapanku terwujud. Yang datang adalah Taehee eonnie.
“Eonnie-ah!”
“Wae? Ada apa, Yuri? Oppamu baik-baik saja kan?”
Aku menunduk.
“Dari tadi malam, sepulang dari pesta itu, Oppa tidak keluar kamar, eonnie. Pintunya dikunci dari dalam. Aku tak punya kunci cadangannya. Oppa juga belum makan. Aku takut nanti oppa sakit.”
Taehee eonnie diam. Mungkin ia berpikir. Kami sekarang ada di ruang makan. Hah… aneh memang mengobrol di tempat ini. Tapi aku bisa merasa lebih santai jika di sini.
“Siwon-ssi mungkin butuh waktu untuk sendiri saat ini. Lebih baik, kita biarkan oppamu sendiri dulu.”
“Tapi eonnie… apa ini ada hubungannya dengan… Gain eonnie? Noonanya Kyuhyun? Kalian kan seharusnya saling mengenal bukan?”
“Jamkanman! Apa yang kau maksud tadi itu Cho Gain? Benarkah dia noona-nya Kyuhyun? Namja yang kau cintai itu?”
“Mmmm.. ne. Eonnie tahu sesuatu kan antara oppa dan Ga..”
“Kau sudah makan, Yuri? Kau terlihat pucat.”
“jinca? Aku memang belum makan dari tadi pagi. Juga 2 hari ini aku kurang tidur. Jadi seperti ini.”
“Bagaimana kalau aku memasakkan sesuatu makanan untukmu? Ini sudah jam makan siang, sekalian kita makan siang.”
“Ne.”
“Kau mau membantuku kan?”
“Ne, eonnie. Dengan senang hati.”
Hhh… biar saja untuk sesaat aku melupakan masalah ini. Huh… perutku juga sudah lapar. Apa oppa tidak lapar? Biarlah. Taehee eonnie benar. Oppa butuh waktu untuk sendiri. Yah… meskipun sebenarnya aku sangat penasaran ada hubungan apa Siwon oppa dengan Gain eonnie.
To Be Continued…
Preview part 10
…
“Oppa!”
PYARRR!!!
Aku menatap oppa dengan tatapan tidak percaya. Bagaimana bisa?
“JANGAN BERHUBUNGAN dengan CHO KYUHYUN lagi!! ARASSEO!!!”
…
“Yuri, bisa aku bicara denganmu? Sebentar saja. Please…”
“Tapi, Kyu…”
“Please…”
…
End Preview
Annyeoooonggg!!!
Mianhae, author telat ngepostingnya. Moga nggak mengecewakan ya… ini belum sepenuhnya author edit. Jadi kalo ada kata yg salah dalam pengetikan, mohon dimaklumi.
Ok…
Keep RCL!!! Gomapseumnida yeorobeun!!!
Ditulis dalam by hanie_kim, family, Love, romance, sequel